Senin, 19 September 2016

Sahabat Sekolah TOEFL (SST) NTB,”Yuks.. Bermain Sambil Belajar!”

source : original file






            Dalam rangka meningkatkan mutu  pendidikan anak usia dini, komunitas Sahabat Sekolah TOEFL (SST) NTB berkomitmen untuk memberi manfaat kepada anak-anak penerus bangsa secara khusus, serta masyarakat secara umum dengan berkunjung Ke salah satu perpustakaan yang terletak di Dusun Kekait thoyibah, Desa kekait Kec. Gunung Sari Kab. LOBAR dengan nama “Laskar Baca”.
Laskar Baca

            Adapun Tujuan dari acara yang diadakan di hari minggu tanggal 24 april 2016 ini selain sebagai jembatan untuk memberi bantuan berupa buku, pakaian dan sumbangan finansial, juga sebagai ajang memepererat silaturrahmi dengan pengurus perpusatakaan “Laskar Baca”, yakni “Laskar Pelangi”.
Pengurus Laskar Baca

            Dalam sambutannya, Ketua SST–NTB; Yogi Zulkarnaen menyatakan “Anak-anak harus sudah di doktrin untuk menyukai buku sejak dini, supaya mereka terbiasa untuk membaca”, dan inisiatif di bangunnya Perpustakaan taman Baca ini perlu di apresiasi oleh semua pihak”, tambahnya. 
Sambutan Ketua SST-NTB


            Tema dari acara kunjungan ini adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui Semangat membaca. Rangkaian acara yang dihelat terbagi menjadi dua sesi, Sesi pertama adalah sesi semi formal dan sesi kedua adalah sesi bermain sambil belajar. Pada sesi kedua ini adik-adik di Laskar Baca disuguhkan oleh pertunjukan-pertunjukan ilmiah dan cerita edukatif dari kakak-kakak dari komunitas SST-NTB. Disamping itu, suasana semakin cair setelah permainan edukatif dimulai. Wajah ceria serta antusiasme tampak sangat jelas terlihat dari air muka adik-adik Laskar Baca. Semoga mereka menjadi penerus bangsa Agama dan negara, dan menjadi generasi emas terbaik Indonesia.

Keceriaan adek-adek Laskar Baca

            Sebagai informasi tambahan, Sahabat sekolah TOEFL adalah sebuah komunitas yang berdiri sejak bulan September 2015 yang terbentuk dari sebuah grup belajar online berupa Test Of English Foreign Language (TOEFL) yang saat ini ada di seluruh Indonesia. Dimentori dan didirikan Oleh Budi Waluyo, M.A. Saat ini Budi Waluyo sedang menempuh pendidikan S3 di salah satu universitas terkemuka di Amerika, Lehigh University.

Sabtu, 17 September 2016

BIAWAK IS THE JAWAKZ (The Untold Story of My History)

Source image : Google.com




                Jadi ceritanya hari ini adalah hari minggu, dimana kebiasaan anak muda di pagi ini adalah lari-lari alay. Kebetulan rumah  gue yang sekarang tidak jauh dari jalan baypass atau bahasa umumnya jalan TOL, jadi untuk menikmati keramaian minggu di pagi hari gue bisa leluasa ke sana. Hanya saja, ketika loe menginginkan sesuatu yang berharga, loe pasti menemukan rintangan yang tentunya loe harus lewati, yapz dan gue juga melewati rintangan berupa jalan-jalan setapak yang dipenuhi kerikil, berpasir, dan banyak bekas E e’ sapi, wkwkwk.
            Jadi di desa gue tu emang banyak peternak sapi, kambing, bebek, ayam, dan biawak. Khusus untuk ternak yang disebutkan di akhir (biawak), itu gak diternak juga banyak di dekat rumah, mereka selalu mengintai anak-anak ayam kesayangan gue, dengan gaya tentara amerika yang tiarap-tiarap cantik sambil menjulurkan lidahnya sesekali menjulurkan giginya juga, soalnya sambil latihan casting iklan pasta gigi, para jawak (biawak) siap beraksi.
            Di belakang rumah gue kebetulan ada kolam , gedeee bangeet, mewah, Cuma ada sayur-mayur juga yang tumbuh di sono, sengaja gue gak pernah pake mandi, gak level mandi di kolam. Itu kolam ikan!
            Gue emang gak biasa mandi di kolam, gue biasanya mandi di telabah (Sungai mini), jadi kolam yang gue maksud banyak banget ikannya, itu memang ikan yang di ternak tp gak satu jenis, itu menggambarkan indonesia yang menampung berbagai macam bentuk manusia di dalamnya, tapi selama tiga bulan kolam itu ada, gue gak pernah dapat menikmati hasil dari kolam itu, ternyata gue lupa kalo itu kolam bukan punya gue, itu punya tetangga!
            Pernah suatu ketika, di musim kemarau, air di kolam itu mulai menyusut. Dan oleh pemiliknya, ikan-ikan itu dipindahin, entah pindahnya kemana, barangkali mereka mengungsi di tenda-tenda terdekat, entahlah!
            Kolam mulai kering, ikan-ikan segera di ambil, metode yang digunakan untuk mengambil ikan itu ternyata bukan di jaring, tapi airnya di buang ke luar arena. Setelah beberapa saat dari dipindahkannya beberpap ikan, gue bilang beberpa karena ternyata masih ada ikan-ikan kecil yang masih tertinggal di sono.
            Sore menjelang, gue observasi tuh kolam, dan betapa terkejutnya gue ngeliat pemandangan menjengkelkan! Loe tahu apa yang gue lihat? Sini gue bisiskin... spspspsppssssttt.. dodopdopsos ooppp... pssstt ssstt.. isisiskkkkpppp.. fffppp.. hjehhoooepeourieuiowwppppwii.0eife.
            Sorry keyboard gue mulai resek, udah paham kan apa yang gue maksud?
            Ooh belum, jadi bisikan di atas artinya : Gue ngeliat seekor biawak sedang mengelus-elus perutnya yang buncit di seberang kolam ikan itu, dan gue lihat ke arah kolam tak ada satupun tanda-tanda kehidupan, para ikan sudah almarhum karena telah dimangsa predator ulung si Jawak (Biawak).
               

Jumat, 16 September 2016

Bank Indonesia akan Keluarkan Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Desain Baru




Source : Line social Network

No. 18/ 75 /DKom
SIARAN PERS
            Bank Indonesia akan menerbitkan uang Rupiah NKRI dengan desain baru sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), dengan ciri sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Salah satu ciri uang sebagaimana Pasal 7 UU Mata Uang adalah memuat gambar pahlawan nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
            Penetapan gambar pahlawan nasional tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Sekretaris Kabinet, Kementerian Hukum dan HAM, termasuk dalam pengurusan persetujuan penggunaan gambar pahlawan nasional oleh ahli waris.
            Sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bank Indonesia akan mengeluarkan tujuh pecahan uang Rupiah kertas dan empat pecahan uang Rupiah logam dengan gambar Pahlawan sbb:
1.      Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah)
2.      Gambar Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);
3.    Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);
4.   Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah);
5.  Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp5.000,00 (lima ribu rupiah)
6.     Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);
7.    Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);
8.   Gambar Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);
9.   Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp500,00 (lima ratus rupiah);
10. Gambar Pahlawan Nasional Dr. Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp200,00 (dua ratus rupiah); dan
11. Gambar Pahlawan Nasional Prof. Dr. Ir. Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp100,00 (seratus rupiah).
Penggunaan sebelas gambar pahlawan nasional tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan pahlawan nasional kepada masyarakat, menumbuhkembangkan semangat kepahlawanan, kepatriotan, kejuangan, serta sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara.
Dengan telah dikeluarkannya Keputusan Presiden tersebut, Bank Indonesia akan segera mempersiapkan penyusunan desain dan penerbitan yang waktu pelaksanaannya akan dilakukan dan diumumkan pada tahun 2016. Untuk mempermudah identifikasi ciri keaslian uang Rupiah oleh masyarakat serta mempersulit upaya pemalsuan uang, Bank Indonesia akan melakukan penguatan unsur pengaman pada uang Rupiah yang akan diterbitkan tersebut.
Apabila uang Rupiah kertas dan logam tersebut telah dikeluarkan dan diedarkan pada waktunya, uang Rupiah kertas dan logam yang masih beredar saat ini masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender) di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran.

Jakarta, 14 September 2016

DEPARTEMEN KOMUNIKASI
Arbonas Hutabarat
Direktur